Pemilu
legislatif 2014 telah selasai digelar.
Pesta rakyat 5 tahunan ini telah dengan megah dan meriah dihelat. Bagi
penulis istilah “pesta” tidak lebih karena teknis pelaksanaan di lapangan,
pemilu merupakan ajang pembalasan rakyat kepada calon-calon wakilnya 5 tahun
yang lalu karena telah mengingkari janji yang seharusnya dipegang teguh.
Banyaknya korupsi, pengemplangan dana proyek pembangunan, dan tugas-tugas
legislatif yang tidak terselesaikan menjadi kemuakan tersendiri bagi rakyat
yang paham dan sadar dirinya telah dikhianati oleh legislator di periode
sebelumnya. Bagaikan lingkaran syetan, sistem saling balas mengeruk keuntungan
pribadi antara rakyat melawan wakil rakyat akan terus terjadi. Pola politik
yang selalu mengarah pada politik bagi-bagi amplop menjadi kebiasaan buruk yang
nantinya akan menjadi budaya (budaya selalu tindakan positif)
Kamis, 12 Juni 2014
Langganan:
Komentar (Atom)
