Ketika negara yang bernama Indonesia
akhirnya terwujud pada tanggal 17 Agustus 1945, dengan penghuninya yang
disebut bangsa Indonesia, persoalan ternyata belum selesai. Bangsa Indonesia
masih harus berjuang dalam perang kemerdekaan antara tahun 1945-1949, tatkala
penjajah menginginkan kembali jajahannya. Nasionalisme kita saat itu
betul-betul diuji di tengah gejolak politik dan politik divide et impera
Belanda. Setelah pengakuan kedaulatan tahun 1949, nasionalisme bangsa
masih terus diuji dengan munculnya gerakan separatis di berbagai wilayah tanah
air hingga akhirnya pada masa Demokrasi Terpimpin masalah nasionalisme
diambil alih oleh negara. Nasionalisme politik pun digeser kembali ke
nasionalisme politik sekaligus kultural. Dan, berakhir pula situasi ini dengan
terjadinya tragedi nasional 1 Oktober 1965 (GESTOK).
Minggu, 06 Oktober 2013
Langganan:
Komentar (Atom)
